FeaturedInspirasiSekitar

Hannah Asa Indonesia: Literasi Finansial Jadi Bekal Masa Depan

×

Hannah Asa Indonesia: Literasi Finansial Jadi Bekal Masa Depan

Share this article
Konsultan Keuangan dan Trainer Hannah Asa Indonesia, Kayleen (kanan) menyampaikan materi tentang pengelolaan keuangan di Festival Tampolore, Poso, Sabtu (28/6/2025). (Foto: Yardin)
Konsultan Keuangan dan Trainer Hannah Asa Indonesia, Kayleen (kanan) menyampaikan materi tentang pengelolaan keuangan di Festival Tampolore, Poso, Sabtu (28/6/2025). (Foto: Yardin)

POSO, beritapalu | Hari kedua Festival Tampo Lore 2025 yang digelar di Situs Megalit Pokekea, Kecamatan Lore Tengah, juga diwarnai dengan percikan pengetahuan yang membuka cakrawala baru warga: edukasi pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga.

Hadir sebagai narasumber utama, Kayleen, seorang Certified Financial Planner (CFP) sekaligus konsultan keuangan dari Hannah Asa Indonesia, memandu pelatihan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat: bagaimana membangun keuangan yang kuat dan siap menghadapi masa depan, bahkan saat usia produktif telah lewat.

Dalam sesi yang diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai desa, Kayleen membahas strategi dasar namun sering diabaikan — mulai dari membuat anggaran bulanan, mengatur arus kas, menghindari utang konsumtif, hingga pentingnya investasi yang bijak dan sesuai profil risiko. Ia menekankan bahwa perencanaan pensiun bukan untuk usia tua, melainkan dimulai sejak muda.

See also  Polisi Hadir di Perayaan Kenaikan Isa AL Masih Gereja El-Saddai Poso

“Kebanyakan orang menabung dari sisa belanja. Padahal yang benar adalah menyisihkan di awal, bukan menyisakan di akhir,” ujar Kayleen, yang disambut anggukan banyak peserta.

Tak hanya bicara soal angka, Kayleen juga menyorot perilaku. Ia menyadarkan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan — kebiasaan yang menurutnya menentukan arah keuangan seseorang, apakah menuju kestabilan atau sebaliknya, krisis berkepanjangan.

“Kalau belanja berdasarkan keinginan, jangan heran kalau uang tak pernah cukup. Sebaliknya, jika kebutuhan jadi prioritas, keuangan akan jauh lebih sehat,” tegasnya.

Peserta tampak sangat antusias, bahkan waktu sejam terasa kurang. Banyak yang mengajukan pertanyaan seputar utang, asuransi, hingga cara mengelola uang hasil tani atau jualan harian.

See also  Festival Tampolore Digelar 27-29 Juni di Pokokea, Lore Tengah

Sebagai penutup, Hannah Asa Indonesia memberikan apresiasi berupa voucher konsultasi keuangan gratis selama sebulan kepada dua warga dari Desa Hanggira. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti di sesi festival, tetapi menjadi titik awal perubahan keuangan yang lebih bijak dan berkelanjutan. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs megalit Pokekea di Desa Hanggira, Lore Tengah, Poso. Jumat (27/6/2025). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Featured

POSO, beritapalu | Kabut pagi masih menggantung di antara perbukitan Napu dan Behoa, membingkai tenang Lembah Lore yang menyimpan kekayaan prasejarah Nusantara. Namun di bawah pesona purba itu, jalanan retak, berlubang, dan longsor perlahan-lahan menjadi batas yang memisahkan sejarah dari pengunjungnya.

Bidang Perlindungan Konsumen dan Humas OJK Sulteng, Megawati memaparkan peran OJK kepada warga di arena Festival Tampolore di Poso, Sabtu (28/6/2026).(bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Sekitar

POSO, beritapalu | Tak hanya menampilkan pesona budaya dan pertunjukan seni, Festival Tampolore 2025 di Situs Megalit Pokokea, Desa Hanggira, Kecamatan Lore Tengah, juga menjadi wadah literasi keuangan bagi warga.